Sunday, July 3, 2022

Islam adalah Agama yang Rahmatan Lil ‘alamin Artinya Yaitu

Islam adalah agama yang Rahmatan lil’alamin artinya yaitu Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia. Namun, masih banyak yang belum memahami maksud sesungguhnya.

islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin artinya yaitu

Rahmatan lil’alamin adalah istilah qur’ani dan istilah itu sudah terdapat dalam Al-Qur’an, yaitu sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 107: ”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin)”. 

Ayat tersebut menegaskan bahwa kalau Islam dilakukan secara benar dengan sendirinya akan mendatangkan rahmat untuk orang Islam. Dikutip dari laman Institut Agama Islam Negeri Surakarta karya Dr Ismail Yahya, M.A Islam secara bahasa berarti damai, keamanan, kenyamanan dan perlindungan. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa rahmatan lil’alamin adalah bersatunya karunia Allah yang terlingkup di dalam kerahiman dan kerahmanan Allah.

islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin artinya yaitu

Dalam konteks Islam rahmatan lil’alamin, Islam telah mengatur tata hubungan menyangkut aspek teologis, ritual, sosial dan humanitas. Dalam hadits riwayat An-Nasa'i, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang muslim itu adalah orang yang orang-orang lainnya merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya dan orang mukmin adalah orang yang manusia lainnya merasa aman atas darah (jiwa) dan harta mereka."

Begitu halnya dalam tataran ritual yang memang sudah ditentukan operasionalnya dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Islam sebagai agama secara normatif memastikan terwujudnya kedamaian dan keselamatan seluruh umat manusia dan orang muslim tidak lain adalah mereka yang mewujudkan nilai-nilai luhur Islam tersebut.

islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin artinya yaitu

Namun dalam konteks kehidupan sosial, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai ketentuan-ketentuan dasarnya saja, yang penerjemahan operasionalnya secara detail dan komprehensif tergantung pada kesepakatan dan pemahaman masing-masing komunitas, yang tentu memiliki keunikan berdasarkan keberagaman lokalitas nilai dan sejarah yang dimilikinya.

Entitas Islam sebagai rahmatan lil’alamin mengakui eksistensi pluralitas karena Islam memandang pluralitas sebagai sunnatullah, yaitu fungsi pengujian Allah pada manusia, fakta sosial dan rekayasa sosial kemajuan umat manusia.

Pluralitas, sebagai sunnatullah telah banyak diabadikan dalam Al-Qur’an, di antaranya Firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 22 yang maknanya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh pada yang demikan itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”

Juga Firman Allah dalam Surat Al-Hujurat ayat 13 yang maknanya: “Hai manusia, sungguh kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa- bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara ka­lian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat-ayat tersebut menempatkan kemajemukan sosial sebagai syarat diterminan dalam penciptaan makhluk. Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyerukan perdamaian dan kasih-sayang, antara lain surat Al-Hujurat ayat 10 yang memerintahkan kita untuk saling menjaga dan mempererat tali persaudaraan. Sebagai Umat Islam, kita harus memperhatikan secara serius, seksama dan penuh kejernihan terhadap Ukhuwwah Islamiyah dan Wathaniyyah. Dalam hidup bertetangga dengan orang lain, bukan famili, bahkan non-muslim, kita diwajibkan berukhuwwah dan memuliakan mereka dalam arti hubungan sosial yang baik. Gereja- gereja dan sinagog-sinagog boleh menyelenggarakan peribadatan tanpa harus ketakutan.

islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin artinya yaitu

Selama hampir 23 tahun perjuangan kenabiannya, Rasulullah SAW selalu menggunakan pendekatan dialog secara konsisten sehingga misi kerahmatan lintas suku, budaya dan agama dapat dicapai dengan baik. Pada periode Madinah, beliau tetap konsisten menggunakan pendekatan peradaban, yaitu membangun ketenangan masyarakat, menerapkan kebebasan beragama dan kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama masing-masing yang dituangkan dalam Mitsaq Madinah.

Islam adalah agama yang Rahmatan lil’alamin artinya yaitu kendati pun terjadi perang maka motifnya bukan ekonomi, tetapi motifnya adalah dakwah. Untuk itu, perang tidak boleh eksplosif, tidak boleh destruktif dan harus tetap menghargai HAM, yaitu tidak boleh membunuh orang sipil, anak-anak, perempuan, orang tua dan tidak boleh menghancurkan linkungan, fasilitas umum dan simbol-simbol agama serta tidak boleh membunuh hewan.

islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin artinya yaitu



No comments:

Post a Comment