Monday, May 29, 2017

Orang Yang Menghina Islam

Mereka dulunya percaya bahwa Islam adalah agama yang memicu kekacauan di dunia. Namun, belakangan para pembenci Islam yang gigih ini justru tertarik pada ajaran Nabi Muhammad, mengubah keyakinan yang lama, menjadi sepenuhnya memeluk Islam dan mengakui keesaan Tuhan. Berikut rangkumannya:

1.      Daniel Streich. Anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) dulunya pembenci Islam yang tenar. Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini mempelajari Alquran dan Islam. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan agama rahmatan lil alamin ini, akhirnya menjadi mualaf enam tahun lalu.



2.      Arnoud Van Doorn. Berita Doorn menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media barat kala itu. Setelah mempelajari Islam, Doorn akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Doorn, 46 tahun, merupakan sosok yang sopan dan lembut, percaya bahwa Islamofobia di Eropa berasal dari media-media barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap, bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf. "Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn.



3.      Yusuf Estes, lahir dari keluarga Kristen yang taat di Midwest, Amerika Serikat. Tak sekali pun dia peduli pada Ajaran Islam. Estes sempat meyakini muslim adalah penyembah kubus di tengah padang pasir yang senang kekerasan. Di negeri Piramida (Mesir), Estes bertemu dengan seorang pria Muslim. Satu hal yang ada di pikiran Estes tentang Muslim, teroris. Estes tidak percaya ia harus berhubungan dengan sosok yang begitu ia benci. Estes kemudian mendalami agama di Mesir, Maroko dan Turki.



4.   Terry Holdbrooks Jr, bertugas di tempat paling mengerikan di muka bumi ini sepanjang kurun 2002 hingga 2003 (Penjara Guantanamo). Menurut Holdbrooks, para penjaga dicekoki bahwa yang ditahan di situ adalah orang-orang paling buruk di dunia, adalah orang yang memusuhi AS dan anti demokrasi. Di sel mereka tetap tersenyum dan berdoa lima waktu sehari. Dia mempelajari Islam dan membaca-baca Alquran, juga mulai membanding-bandingkan Islam dengan kepercayaan lain. Sejak 2005, Holdbrooks berkomitmen masuk Islam, perlahan mengamalkan semua ajaran Islam, mulai menyuarakan yang terjadi di Guantanamo.



5.    Ibrahim Killington. Saat tragedi serangan teroris 11 September 2001 berlangsung, dia menganggap Muslim sebagai penjahat kemanusiaan dan berniat untuk memerangi Islam. Sejak itu, ia terus mendalami Islam dan akhirnya memeluk agama ini.



6.   Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris, termasuk pakaian dalam mereka. Untuk pekerjaan kasar seperti ini, penghuni rumah jompo ini terbilang cekatan di usianya yang sudah terbilang uzur. Sampai-sampai dia tahu ini pakaian si A, ini si B dan seterusya. Namun saat dilakukan sortir pakaian dalam, si Bibi merasa ada sesuatu yang tidak biasa, karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaian muslim arab saja yang terlihat tidak kotor, tidak berbau, tidak kumuh dan tidak banyak noda di pakaiannya. Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti kebanyakan mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka Ustadz Sholeh–Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini. Dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk Islam dengan perantaraan pakaian dalam! Tidak disangka ternyata diam-diam si tukang cuci masuk Islam, gemparlah para mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut, yang kebanyakan adalah non muslim. Dan dengan hidayah Allah SWT, dirinya dapat membedakan antara pakaian seorang muslim dan non muslim.


No comments:

Post a Comment